alah satu rencana besar yang ingin segera diwujudkan Yayasan Bung Karno adalah mendirikan Persada Sukarno (Sukarno Centre). Persada Sukarno direncanakan terdiri dari museum berbagai peninggalan ajaran-ajaran Bung Karno. Hanya dengan langkah ini pemikiran Bung Karno, koleksi peninggalan yang bersejarah dan bermutu tinggi dapat terus digali manfaatnya demi kemajuan bangsa Indonesia ke masa depan.
ejak tahun 1970, koleksi Bung Karno baru tiga kali dipamerkan untuk umum. Pameran yang pertama terjadi tahun 1979, bekerjasama dengan Dewan Kesenian Jakarta dilakukan pameran bertajuk "Bung Karno dan Seni". Pameran kedua dilakukan di Semarang dengan tema "Bung Karno dan Asia-Afrika". Pameran ketiga baru terlaksana 20 tahun kemudian, yaitu tahun 2001 sebagai bagian dari Peringatan 100 Tahun Bung Karno. Pameran yang diselenggarakan di Gedung Pola memamerkan ratusan koleksi karya seni, benda kesayangan, foto-foto dan artefak sejarah yang berkaitan langsung dengan kehidupan Sukarno. Pameran tersebut mencatat sekitar 1,5 juta pengunjung.
enyelenggarakan sebuah pameran dari koleksi berharga dan bersejarah tentu membutuhkan biaya yang sangat besar, tidak saja bagi persiapannya tetapi juga keamanan benda-benda itu sendiri. Oleh karena itu, adanya sebuah areal tetap untuk menyimpan benda peninggalan bersejarah, koleksi seni bermutu tinggi, pusat pengkajian dan penelitian serta pengembangan ajaran Bung Karno, yang disebut Persada Sukarno, menjadi suatu cita-cita yang realisasinya memang diperlukan segera. Di sana, kita tidak saja dapat mengenali sosok Bung Karno sebagai penggali Pancasila, bersama Bung Hatta menjadi proklamator kemerdekaan Indonesia, presiden pertama Indonesia, tetapi juga kita dapat melihat gambaran sejarah bangsa dan sejarah seni budaya itu sendiri.
|